Internet di Perbatasan Indonesia: Mendobrak Peradaban Negeri


Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) danCompuserve (AS) untuk mengakses internet.

Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di bulan November 1990.

 

Data pertumbuhan pengguna internet Indonesia sumber : http://www.worldbank.org/

 

Saat ini pengguna internet di Indonesia telah menembus lebih dari 40 juta orang, dan diprediksi pada tahun 2014 pengguna akan mencapai 153 juta orang atau sekitar 61% dari total seluruh penduduk Indonesia. Tentu untuk mencapai hal tersebut pengakses internet bukan hanya penduduk di pekotaan, tetapi juga penduduk di perdesaan hingga perbatasan Indonesia. Dan untuk menyambut hal tersebut akan menjadi sangat penting untuk memberikan pencerdasan kepada penduduk di perbatasan Indonesia agar dapat menggunakan internet sebagai media informasi dan komunikasi yang tepat guna dalam hal ini khususnya bagi masyarakat di perbatasan.

Akibat globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat, teknologi informasi serta komunikasi terutama internet, dapat mempercepat masuk dan berkembangnya budaya asing ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia.  Pengaruh budaya asing tersebut banyak yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita dan dapat merusak ketahanan nasional, karena mempercepat dekulturisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut Indonesia mencoba memberikan akses internet bagi masyarakat di pelosok desa dan wilayah perbatasan. Tifatul Sembiring Menkominfo mengatakan bahwa saat ini pemerintah berupaya untuk mengikis kesenjangan digital divide yang masih tinggi di Indonesia. Tifatul menambahkan, kesenjangan digital sudah semestinya dikikis. Berdasarkan hasil kajian dan riset dari Wolrd Bank di tahun 2009, jika suatu negara melakukan investasi broadband sebesar 10 persen akan menambah pendapatan domestik bruto sebesar 1,9 persen. Dan salah satu upaya untuk mengupayakan hal tersebut adalah melalui program M-PLIK (Mobil Pusat Pelayanan Internet Kecamatan).

Sistem yang digunakan dalam mobil internet ini menggunakan komunikasi berbasis satelit menggunakan modem V-Sat dengan kecepatan akses mencapai 256 Kbps. Sehingga dalam penerapanya mobil ini dapat menjangkau daerah perbatasan yang belum memiliki infrastruktur telekomunikasi memadahi.  M-PLIK  bantuan Kementerian Kominfo ini pada setiap unitnya berisi enam buah laptop, satu unit televisi layar datar 32 inci, DVD, satu unit speker aktif serta satu buah genset. Dengan demikian masyarakat dapat mengakses internet di berbagai penjuru Indonesia.

Program M-PLIK merupakan salah satu solusi yang ada untuk memberikan akses informasi melalui internet kepada masyarakat di perbatasan. Dengan adanya infiltrasi IT di perbatasan diharapkan dapat mendobrak permasalahan kesenjangan informasi yang ada dan lebih lanjut akan membuka kesempatan bagi akselerasi pembangunan di berbagai pelosok negeri.

 

Perihal alfanpresekal
Mahasiswa Teknik Komputer - Universitas Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: