Urgensi Pertahanan Cyber Nasional

Pertahanan  Cyber, sebuah isu yang mulai marak diperbincangkan. Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir ini seiring dengan peningkatan jumlah masyarakat cyber diiringi dengan sisi negatif dari dunia cyber tersebut. Pada satu sisi perkembangan teknologi internet yang semakin banyak diakses oleh masyarakat Indonesia yang kini telah menjelma menjadi suatu trend gaya hidup kini telah memberikan kontribusinya kedalam berbagai peri-kehidupan masyarakat.

Di sisi lain peningkatan jumlah masyarakat cyber secara linier juga melahirkan permasalahan-permasalahan di dalamnya. Beberapa negara maju telah coba menyikapi hal tersebut secara lebih serius melalui pendirian badan pertahanan dan keamanan cyber, sebagai contoh adalah Amerika Serikat dan Jerman.

Di Indonesia sendiri secara khusus belum ada badan yang menangani permasalahan dunia cyber. Sejauh ini yang memiliki kewenangan menangani hal tersebut adalah perangkat cyber crime yang berada di bawah Bareskrim POLRI.

Beberapa waktu yang lalu sebagaimana diberitakan dalam detik.com menteri pertahanan Punomo Yusgiantoro melontarkan wacana tentang pentingnya upaya perahanan dan keamanan cyber nasional, salah satunya adalah melalui penerbitan undang-undang.

Merujuk dari pengalaman penerbitan ITE (informasi dan transaksi elektronik) dimana sempat terjadi kealotan. Di satu sisi peningkatan aktifitas cyber masyarakat perlu mendapatkan suatu peraturan dengan tujuan law enforcement, di sisi lain ada yang beranggapan bahwa hal tersebut akan membatasi kebebasan masyarakat bereksprsi di dunia cyber. Lantas bagaimana apabila diadakan UU yang mengatur pertahanan dan keamanan dunia cyber?

Tentu pro-kontra pasti akan terjadi. Namun, di sini yang perlu ditekankan bahwa memang Indonesia sudah saatnya memiliki sistem dan peraturan yang jelas terkair dunia cyber.  Jangan sampai peraturan tersebut bersifat kuratif yang baru dibuat ketika terjadi permasalahan. Alangkah lebih baik apabila hal tersebut dapat dilaksanakan di awal sebagai sebuah upaya preventif.

Kedepan pertahanan cyber akan semakin diperlukan, pasalnya dengan kemajuan teknologi seperti sekarang tentu memungkinkan terjadinya perang cyber antar negara. Hal ini telah terbukti belakangan ini. Serangan hacker yang teridentifikasi berasal dari China mengusik aset-aset beberapa perusahaan besar asal negeri paman sam. Bila ditinjau lebih dalam dimungkinkan kepentingan politik antar-negara berperan di dalamnya.

Bagi Indonesia permasalahan kompleks memang sejau ini belum muncul. Namun, tentu kita sebagai warga negara tidak mau apabila negara ini kedepan menjadi bulan-bulanan di dunia cyber.

Perihal alfanpresekal
Mahasiswa Teknik Komputer - Universitas Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: